Senin, 09 Juni 2014

Sumur Putri & Sumur 7 yang Melegenda di Bandar Lampung

Sumur Putri cukup melegenda di Lampung,hingga kami begitu penasaran untuk menelisiknya lebih jauh dan langsung didepan mata.

Adalah Sumur Putri yang terletak di Jl.Raden Ajeng Maulana (Samping PDAM Way Rilau) Teluk Betung,Bandar Lampung memiliki desas desus yang beredar di masyarakat mengenai khasiatnya yang konon mampu menyembuhkan sebagian penyakit dan memiliki karomah yang bermacam - macam,namun sayangnya saat kami tiba dilokasi,betapa kecewanya dan tidak seperti yang terbayang dalam benak,dengan suasana yang tidak terawat,namun malah dijadikan tempat pemandian umum oleh warga sekitar,sehingga cerita yang jadi desas desus warga tentang ajaibnya sumur ini hilang begitu saja.

Segala Doa,niat,dan tujuan hanyalah meminta kepada Alloh SWT Tuhan pengusa Jagad Raya,bukan kepada mahluk apapun yang tiada daya upaya,semoga saja masyarakat tidak terlalu mengkultuskan sumur putri ini.



Dan Sumur 7 yang dalam pencariannya cukup sulit karena berada diantara kerumunan rumah warga kota Bandar Lampung berada di Jalan Cipto Mangunkusumo,Kupang Teba,Teluk Betung ,Bandar Lampung,penasaran dengan cerita yang beredar kami menelisiknya hingga tiba dilokasi.

Lokasi yang cukup sempit berada diantara pemukiman warga,sebenarnya menurut penduduk sekitar sumur tujuh ini adalah sumur umum untuk pemandian warga jika musim kemarau tiba,sehingga warga sekitar tidak begitu memperhatikan khasiat yang menurut mereka dilebih-lebihkan oleh warga diluar Kampung tersebut.





Banyak cerita memang tentang khasiat Sumur ini,namun Versi itu hanya berkembang pada masyarakat luar Kampung Sumur Tujuh.
Tenyata warga Kampung Sumur Tujuh memang cerdas,tidak memberikan keyakinan pada benda,tempat,ataupun mahluk,yang patut tempat meminta pertolongan hanyalah Alloh SWT,semoga warga ataupun masyarakat Bandar Lampung khususnya mulai menelaah dengan cerdas untuk hal yang cukup krusial ini.

Perjalanan kami selesai,dan masih akan berlanjut menelusuri INDONESIA.....

 Salam,

Jumat, 02 Mei 2014

CIREBON,The Gate of Secret

Cirebon ternyata lebih indah saat dikunjungi,Kota yang berada diujung timur Provinsi Jawa Barat ini menyimpan banyak kisah sejarah sejak dahulu.
Dinasti bermula dari Prabu Siliwangi dan anaknya Kian Santang hingga sampai di Syarif Hidayatullah atau lebih dikenal Sunan Gunung Jati,yang menjadi cikal bakal raja - raja cirebon dan juga menurunkan para Sultan Banten nantinya.





Setibanya di Kota Cirebon hal pertama tujuan kami adalah Penginapan dan Cirebon Indah jadi pilihannya,menikmati malam di Cirebon cukup menarik,Kota yang cukup rapih ini menyimpan banyak kisah sejarah filosofisnya dimulai dari setiap nama tempat ataupun jalan,Kota Sang Wali . . .



Alun - Alun Kejaksan menjadi tempat singgah kami untuk menyusuri bagian Kota,sempat mendokumentasikan diri didepan rumah dinas walikota cirobon yang cukup eksotis ,Bangunan Belanda,dan malam itu kami tutup dengan menikmati angkringan lesehan Sega Jamblang di Jalan Karang Getas,yang menurut penduduk sekitar emnyimpan kisah yang cukup unik,mengenai pembuktian kesaktian Sang Wali.



Pagi yang cukup cerah mengawali jalan2 kami di Cirebon Gate of Secret,bermula di Masjid Legendaris Sang Cipta Rasa yang berada di Pusat Kota,tampak kesan wingitnya sudah membawa kami kedalam panorama Cirebon yang mistis,saat menapaki Gerbang masuk,kesannya sudah berbeda,Jam Tugu yang sengaja dibuat oleh Sang Pendiri sebagai penanda waktu sholat menggunakan metode bayangan matahari,semakin masuk kami dipersilahkan berwudhu untuk sholat tahyatul masjid,airnya cukup sejuk,dan didalam masjid ini begitu tenang dan nyaman.
HTM nya seikhlasnya.




 Perjalanan berlanjut menuju Keraton Kesepuhan Cirebon,Dengan membayar Tiket masuk Rp.8.000/org maka kita sudah bisa menikmati seuruh bangunan peninggalan tempo dulu Sunan Gunung Jati beserta keturunannya.
Harga ini juga termasuk jasa Guide,namun Manusia Indonesia akan tetap memberikan ongkos lebih kepada si Guide yang sudah lelah bercerita tentang segala sisi Keraton yang tinggal dalam sunyi atas sejarah yang berputar.





Setelah tepat pukul 12.00 wib kami menyudahi sejenak perjalanan untuk mencicipi Nasi Lengko di Alun2 Lor Keraton,

Dilanjutkan lagi menuju Kaprabonan yaitu tempat tinggal para putera mahkota ataupun para puteri raja/sultan,namun sayang kelompok bangunan ini sedang mengalami renovasi ,sehingga kami harus kembali bergerak menuju Keraton Kanoman luar biasa saya terkejut bagaimana mungkin Bangunan Cagar Budaya seperti ini kurang diperhatikan oleh Pemerintah Kota,karena berada dalam kerumunan pasar yang kurang tertib,sehingga membuat Keraton terlihat agak kumuh.
Tidak banyak aktifitas yang berada di Kanoman yang sejak tahun 1500 an memisahkan diri dari Induknya Keraton Kesepuhan.



Keraton yang terakhir adalah Keraton Kacirebonan,yang juga memisahkan diri dari Kanoman dikarenakan masalah prinsip pro kontra terhadap Belanda,tidak banyak pula aset yang berada di Kacirebonan yang memang Keraton paling muda di Cirebon,1808.



Kami bertolak menuju Goa Sunyaragi,sebuah situs petilasan para Sultan untuk menyepi dan merenung,juga untuk mengevaluasi diri,Sunya = Sepi -  Ragi = Raga
Tiket masuk pun sama Rp.8.000 per orang.
Gua yang berornamen Karang Laut yang konon di buat hanya dengan menggunakan putih telur dan gula aren untuk merekatkannya,dan hanya keluarga keraton atau para pangeran yang memiliki ilmu kebatinanlah yang mampu mengerjakan proyek maha indah ini.











Akhirnya kami menuntaskan perjalanan di Makam Sunan Gunung Jati,yang cukup ramai diziarahi orang dari berbagai daerah,semoga hanya berziarah dan tidak meminta apapun dari makam yang sungguh tiada berdaya upaya mengabulkan perohonan manusia.

Membeli oleh2 untuk sanak famili di sekitar komplek Makam,dan di Batik Trusmi,untuk berbelanja baju Batik khas cirebon "MEGA MENDUNG"

perjalan singkat ini membuat kesan tersendiri atas apa yang ada di Cirebon.

Salam,


Senin, 06 Januari 2014

Reuni diPenghujung Tahun 2013

Kesibukan masing - masing menyita banyak waktu untuk sebuah kebersamaan,dan Travelers hanya diberikan kesempatan pada 11 Desember 2013 pada tahun ini,untuk kembali bersama - sama.


Begadang Resto,Teluk Betung


Bukit Randu Hall,Bandar Lampung

Bukit Randu Hall,Bandar Lampung


Happy Polly Karaoke,Gajah Mada

Harapan kami sederhana agar ditahun 2014 ini diberikan kesempatan untuk tetap bersama dalam sukacita atau sebaliknya.

Rindukan kalian semua . . . .
Semoga waktu - waktu itu kan selalu ada sahabat...

Salam,

Selasa, 13 Agustus 2013

Traveling Lovers Reunion Idul Fitri 2013 at Bangi Kopitiam

Syukur yang tak terhingga di Idul Fitri 1434 H ini kembali menyatukan kami dalam sebuah reuni,walau acara yang cukup singkat tapi lepas kangen ini sungguh berarti,yang memang selama ini kami terpisahkan oleh profesi,tapi di Idul Fitri kali ini kami kembali ke kampung halaman yang sama Lampung Tercinta.

Bangi Kopitiam menjadi pilihan lokasi malam itu 12 agustus 2013,Cafe yang di Jl.Gatot Subroto No.73,Teluk Betung Selatan,Bandar lampung


Dengan konsep memoriam rasanya pas sekali pilihan Bangi Kopitiam ini sebagai Lokasi,terima kasih kawan semua,semoga persahabatan kita akan semakin baik di masa - masa mendatang.amin






Tetap kompak kawan...

Kami Traveling Lovers,
Mengucapkan:

Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1434 H,Minal Aidzin Wal Fa Idzin,Mohon Ma'af Lahir & Bathin . . .


Salam,

Minggu, 23 Juni 2013

Bengkulu Kota dan Sejarah Yang Tersisa

Bengkulu,Provinsi yang terletak di pesisir barat pulau Sumatera ini menyimpan banyak sejarah masa lampau,dan kali ini menjadi tujuan kami,perjalanan menuju Bengkulu yang di lakukan pada malam hari menghindari panas terik matahari di perjalanan,karena saat melihat di peta cukup jauh jarak Bandar Lampung - Bengkulu Kota,


Mengingat waktu yang cukup terbatas maka kami fleksibelkan rute melalui jalan lintas barat,walau jalannya berbukit dan terjal bahkan sering terjadi longsor,tetap saja kami lalui.
pukul 01.00 wib dini hari kami tiba di Bengkulu Selatan,dan sempat terkejut karena di daerah Kabupaten Bengkulu ini sangat jarang di temui Pertamina (SPBU),cukup menyulitkan dan akhirnya khawatir mobil akan mati karena kehabisan bahan bakar,terpaksa kami membeli eceran di daerah Manna,Bengkulu,walau SPBU nya ada tapi jam operasi di mulai pada pukul 8.00 wib,GPS yang terpasang sangat membantu sekali mengidentifikasi daerah2 yang dilewati,


setelah kurang lebih 8 jam melintasi hutan berliku,tebing tebing terjal akhirnya kami tiba di pintu masuk Kota Bengkulu,luar biasa perjalan ke Kota ini,mulai dari medan areanya yang cukup beresiko dll

Gapura Tabot,pintu masuk Kota Bengkulu

Fatmawati Soekarno Airport,Bengkulu

Simpang Lima Bengkulu

Setibanya di bengkulu kami memilih hotel yang dipusat kota,Hotel Bumi Endah,yang di Jl.Fatmawati menjadi pilihan dengan harga Rp.280 ribu saja,rehat sejenak sebelum berkeliling Kota ini,




















Tujuan pertama adalah Benteng Marlborough ,Benteng yang cukup fenomenal peninggalan Inggris di tahun 1741,Benteng ini cukup luas dan terlihat kokoh sampai hari ini,arsitektur bangunan gaya eropa mewarnai tiap sisinya,dan segi keamanan yang cukup luar biasa ketika mengetahui seluk beluk Benteng ini,mulai dari parit yang mengelilingi benteng,ruang bawah tanah,pintu darurat,yang tidak pernah terfikir secara detail,di kelima penjuru benteng ini dilengkapi meriam yang siap menahan serangan musuh,di bagian depan benteng ini terdapat pintu gerbang utama sebelum memasuki bangunan inti benteng,hanya dengan Rp.5.000 per orang dan sewa Guide rp.50 ribu kita sudah bisa merasakan dan mengetahui seperti apa pengaruh benteng ini pada masanya.

Selepas benteng Marlborough kami sempat mengelilingi Pecinan di Bnegkulu yang berada tepat di depan Benteng,dan melintasi Pelabuhan Nala,tempat pertama kali Inggris mendarat di bengkulu,setelah makan siang dan ternyata menu di Bengkulu tidak berbeda jauh dengan menu di Lampung,kami lanjutkan perjalanan ke Rumah Pengasingan Bung Karno,di Jl.Soekarno Hatta Bengkulu,rumah tua ini masih cukup terawat walaupun banyak mengalami renovasi yang signifikan,tapi tidak mengubah bangunan asli,HTM Rp.3000/org berkeliling melihat peninggalan sepeda Bung Karno,foto2 beliau,ranjang tidur,dll barang2 Bung karno ini masih di rawat dengan baik oleh Pemprov Bengkulu,
 Dijalan sebelah terdapat Rumah Mantan Ibu Negara RI,Fatmawati Soekarno,di Jl.Fatmawati rumahnya tidak begitu besar sederhana dan berbentuk panggung,sayangnya saat kami mengunjungi rumah beliau,sang penjaga sedang makan siang,jadi kami hanya sebatas di pintu masuk saja,

kembali kami berkeliling di kota Bengkulu untuk sekedar berfoto di bangunan2 unik yang terdapat di Bengkulu,salah satunya Tabot,panjang ceritanya mengenai Tabot ini ada hubungannya dengan Tragedi Padang Karbala Hasan-Hussain,

sempat pula kami singgah di makam Sentot Alibasyah pengikut Pangeran Diponegoro dan makam Inggris,sayang tempatnya tidak begitu baik,sudah mulai usang karena waktu dan usia,terakhir kami singgah untuk berbelanja oleh2,

pada malam harinya kami kembali keluar hotel untuk menikmati seperti apa ramainya Bengkulu di malam hari,ternyata Kota ini tidak cukup ramai,jalanan yang sengang dan sepi,setelah makan malam kami putuskan untuk kembali kehotel untuk istirahat karena dini hari nanti kami sudah harus beranjak pulang kembali ke Bandar Lampung,
banyak hal yang kami temui di Bengkulu ini,dan di perjalanan pulang kami sempat singgah di pantai2 di tepi Prov. Bengkulu. 
semoga Bengkulu di masa-masa mendatang akan jadi lebih baik.


Salam,