Senin, 06 Januari 2014

Reuni diPenghujung Tahun 2013

Kesibukan masing - masing menyita banyak waktu untuk sebuah kebersamaan,dan Travelers hanya diberikan kesempatan pada 11 Desember 2013 pada tahun ini,untuk kembali bersama - sama.


Begadang Resto,Teluk Betung


Bukit Randu Hall,Bandar Lampung

Bukit Randu Hall,Bandar Lampung


Happy Polly Karaoke,Gajah Mada

Harapan kami sederhana agar ditahun 2014 ini diberikan kesempatan untuk tetap bersama dalam sukacita atau sebaliknya.

Rindukan kalian semua . . . .
Semoga waktu - waktu itu kan selalu ada sahabat...

Salam,

Selasa, 13 Agustus 2013

Traveling Lovers Reunion Idul Fitri 2013 at Bangi Kopitiam

Syukur yang tak terhingga di Idul Fitri 1434 H ini kembali menyatukan kami dalam sebuah reuni,walau acara yang cukup singkat tapi lepas kangen ini sungguh berarti,yang memang selama ini kami terpisahkan oleh profesi,tapi di Idul Fitri kali ini kami kembali ke kampung halaman yang sama Lampung Tercinta.

Bangi Kopitiam menjadi pilihan lokasi malam itu 12 agustus 2013,Cafe yang di Jl.Gatot Subroto No.73,Teluk Betung Selatan,Bandar lampung


Dengan konsep memoriam rasanya pas sekali pilihan Bangi Kopitiam ini sebagai Lokasi,terima kasih kawan semua,semoga persahabatan kita akan semakin baik di masa - masa mendatang.amin






Tetap kompak kawan...

Kami Traveling Lovers,
Mengucapkan:

Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1434 H,Minal Aidzin Wal Fa Idzin,Mohon Ma'af Lahir & Bathin . . .


Salam,

Minggu, 23 Juni 2013

Bengkulu Kota dan Sejarah Yang Tersisa

Bengkulu,Provinsi yang terletak di pesisir barat pulau Sumatera ini menyimpan banyak sejarah masa lampau,dan kali ini menjadi tujuan kami,perjalanan menuju Bengkulu yang di lakukan pada malam hari menghindari panas terik matahari di perjalanan,karena saat melihat di peta cukup jauh jarak Bandar Lampung - Bengkulu Kota,


Mengingat waktu yang cukup terbatas maka kami fleksibelkan rute melalui jalan lintas barat,walau jalannya berbukit dan terjal bahkan sering terjadi longsor,tetap saja kami lalui.
pukul 01.00 wib dini hari kami tiba di Bengkulu Selatan,dan sempat terkejut karena di daerah Kabupaten Bengkulu ini sangat jarang di temui Pertamina (SPBU),cukup menyulitkan dan akhirnya khawatir mobil akan mati karena kehabisan bahan bakar,terpaksa kami membeli eceran di daerah Manna,Bengkulu,walau SPBU nya ada tapi jam operasi di mulai pada pukul 8.00 wib,GPS yang terpasang sangat membantu sekali mengidentifikasi daerah2 yang dilewati,


setelah kurang lebih 8 jam melintasi hutan berliku,tebing tebing terjal akhirnya kami tiba di pintu masuk Kota Bengkulu,luar biasa perjalan ke Kota ini,mulai dari medan areanya yang cukup beresiko dll

Gapura Tabot,pintu masuk Kota Bengkulu

Fatmawati Soekarno Airport,Bengkulu

Simpang Lima Bengkulu

Setibanya di bengkulu kami memilih hotel yang dipusat kota,Hotel Bumi Endah,yang di Jl.Fatmawati menjadi pilihan dengan harga Rp.280 ribu saja,rehat sejenak sebelum berkeliling Kota ini,




















Tujuan pertama adalah Benteng Marlborough ,Benteng yang cukup fenomenal peninggalan Inggris di tahun 1741,Benteng ini cukup luas dan terlihat kokoh sampai hari ini,arsitektur bangunan gaya eropa mewarnai tiap sisinya,dan segi keamanan yang cukup luar biasa ketika mengetahui seluk beluk Benteng ini,mulai dari parit yang mengelilingi benteng,ruang bawah tanah,pintu darurat,yang tidak pernah terfikir secara detail,di kelima penjuru benteng ini dilengkapi meriam yang siap menahan serangan musuh,di bagian depan benteng ini terdapat pintu gerbang utama sebelum memasuki bangunan inti benteng,hanya dengan Rp.5.000 per orang dan sewa Guide rp.50 ribu kita sudah bisa merasakan dan mengetahui seperti apa pengaruh benteng ini pada masanya.

Selepas benteng Marlborough kami sempat mengelilingi Pecinan di Bnegkulu yang berada tepat di depan Benteng,dan melintasi Pelabuhan Nala,tempat pertama kali Inggris mendarat di bengkulu,setelah makan siang dan ternyata menu di Bengkulu tidak berbeda jauh dengan menu di Lampung,kami lanjutkan perjalanan ke Rumah Pengasingan Bung Karno,di Jl.Soekarno Hatta Bengkulu,rumah tua ini masih cukup terawat walaupun banyak mengalami renovasi yang signifikan,tapi tidak mengubah bangunan asli,HTM Rp.3000/org berkeliling melihat peninggalan sepeda Bung Karno,foto2 beliau,ranjang tidur,dll barang2 Bung karno ini masih di rawat dengan baik oleh Pemprov Bengkulu,
 Dijalan sebelah terdapat Rumah Mantan Ibu Negara RI,Fatmawati Soekarno,di Jl.Fatmawati rumahnya tidak begitu besar sederhana dan berbentuk panggung,sayangnya saat kami mengunjungi rumah beliau,sang penjaga sedang makan siang,jadi kami hanya sebatas di pintu masuk saja,

kembali kami berkeliling di kota Bengkulu untuk sekedar berfoto di bangunan2 unik yang terdapat di Bengkulu,salah satunya Tabot,panjang ceritanya mengenai Tabot ini ada hubungannya dengan Tragedi Padang Karbala Hasan-Hussain,

sempat pula kami singgah di makam Sentot Alibasyah pengikut Pangeran Diponegoro dan makam Inggris,sayang tempatnya tidak begitu baik,sudah mulai usang karena waktu dan usia,terakhir kami singgah untuk berbelanja oleh2,

pada malam harinya kami kembali keluar hotel untuk menikmati seperti apa ramainya Bengkulu di malam hari,ternyata Kota ini tidak cukup ramai,jalanan yang sengang dan sepi,setelah makan malam kami putuskan untuk kembali kehotel untuk istirahat karena dini hari nanti kami sudah harus beranjak pulang kembali ke Bandar Lampung,
banyak hal yang kami temui di Bengkulu ini,dan di perjalanan pulang kami sempat singgah di pantai2 di tepi Prov. Bengkulu. 
semoga Bengkulu di masa-masa mendatang akan jadi lebih baik.


Salam,


Jumat, 09 November 2012

Rafting From Lampung


Untuk soal rafting (Arung Jeram) Lampung juga memiliki potensi untuk itu hanya soal pengelolaan saja untuk menjadi tempat yang lebih menarik minat para wisatawan.

Bergerak ke arah utara Bandar Lampung kali ini menuju Way Besai,Lampung Barat, jarak tempuh menuju Way Besai sekitar 4 jam perjalanan dari Bandar Lampung, letak nya di Sumberjaya, dari bandar lampung - bandarjaya - kotabumi - bukit kemuning dan ambil jalur kiri kearah liwa, dari bukit kemuning sekitar 1/2 jam perjalanan sampai di sumberjaya,Dari sana skitar 20 menit lagi menuju Sungai Way Besai,


Bukit Kemuning,Lampung Barat

Rafting di sana di kelola oleh Pemda dan warga,agak sedikit terpencil memang,namun cukup membuat fikiran fresh dengan alam sekitar yang kehijauan dengan cuaca yang sejuk,ya kurang lebih seperti suasana puncak,dan memang wilayah ini berada di areal pegunungan Lampung Barat.






Untuk Harga sekitar Rp.650.000,-/perahu dengan kapasitas 5 orang harga tersebut juga sudah termasuk Guide,Lunch.dan asuransi jika terjadi hal2 yang di luar dugaan.panjang lintasan sungai ini sekitar 3 km.


On Duty




cukup seru dan memacu adrenalin,derasnya aliran sungai yang membuat jantung selalu berdetak untuk setiap kelokan dan derasnya arus,di tambah hingar binger serta jeritan …








Sungai yang masih asri ini semoga tetap terjaga sampai nanti,jika kalian ingin menikmatinya silahkan hubungi B'say Rafting call : 085669720011 (Bp.Endang Guntoro)

Buat kamu yang ingin kesana kami sarankan untuk menyewa mobil rental ataupun dengan kendaraan pribadi karena lokasinya masih jauh dari kota.
selamat mencoba..

Salam,


Senin, 01 Oktober 2012

Sekejap di Tanah Sriwijaya

Sumatera Selatan,khususnya Palembang yang dulunya kokoh dengan berdaulatnya sebuah nagari Sriwijaya,dengan kegemilangannya Palembang memulai sejarah silamnya,masa yang berganti merosotnya Pusat ilmu Budha di Sumatera ini terkikis dengan masuknya Islam ke Indonesia,perlahan Palembang berubah  menjadi daerah muslim yang mayoritas.
identitas kotanya yang pekat membuat kami makin penasaran dengan Palembang.
Rencanapun tersusun dan direalisasikan,perjalanan yang melelahkan melewati jalan lintas timur kami tuju Palembang !

Malam itu perjalannan cukup lancar tanpa macet yang seharusnya biasa terjadi di jalan lintas timur,kabut di Kayu Agung mengingatkan saat berada di Liwa ataupun Puncak,Paginya tiba sudah di Palembang panasnya yang menyengat sungguh luar biasa.

Jembatan Ampera di minggu pagi

Terhampar luas pemandangan sungai Musi yang panjang dan luas juga menghubungkan ulu dan ilir masyarakat Palembang,Sungai Musi, sungai sepanjang sekitar 750km yang membelah Kota Palembang menjadi dua bagian yaitu Seberang Ulu dan seberang Ilir ini merupakan sungai terpanjang di Pulau Sumatera. Sejak dahulu Sungai Musi telah menjadi urat nadi perekonomian di Kota Palembang dan Provinsi Sumatera Selatan. 
Di sepanjang tepian sungai ini banyak terdapat objek wisata seperti Jembatan Ampera, Benteng Kuto Besak, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Pulau Kemaro, Pasar 16 Ilir, rumah Rakit, kilang minyak Pertamina, pabrik pupuk PUSRI, pantai Bagus Kuning, Jembatan Musi II, Masjid Al Munawar, dll.
Jembatan Ampera, sebuah jembatan megah sepanjang 1.177 meter yang melintas di atas Sungai Musi yang menghubungkan daerah Seberang Ulu dan Seberang Ilir ini merupakan ikon Kota Palembang. Jembatan ini dibangun pada tahun 1962 dan dibangun dengan menggunakan harta rampasan Jepang serta tenaga ahli dari Jepang.

Sepanjang Jalan di Jembatan Ampera

Minggu pagi itu terlihat ramai sekali warga Palembang yang bersantai dan marathon di sepanjang Ampera,sayangnya di sepanjang Ampera ini mobil pribadi tidak bisa parkir dan berhenti semaunya,di khwatirkan akan menyebabkan macet.
Jarak yang lumayan jauh dari Bandar Lampung - Palembang dengan waktu tempuh 7 - 8 Jam,cukup membuat tubuh lelah,sesampainya di Palembang segera kami mengarahkan laju kendaraan ke jalan Dempo Ilir menuju Hotel Indah,Palembang,tidak begitu mewah tapi cukup membuat nyaman.

di depan Hotel Indah,Palembang

Setelah cukup beristirahat kami memulai perjalanan di Kota Palembang,Museum Sultan Mahmud Baddaruddin II,dengan HTM Rp.5000,- 

View Depan Museum Sultan MB II ,Palembang

Museum yang masih dalam kondisi baik dan terawat,setelah menaiki tangga barulah tiba di pintu masuk museum,lepaskan alas kakimu,karena museum ini berlantai kayu yang bersih,menurut saya ini lebih mirip seperti bekas rumah sultan.
Museum ini terletak di sepanjang sungai Musi.berdekatan dengan Jembatan Ampera,Pasar 16 Ilir,dan Benteng Kuto besak.
di dalam Museum banyak tersimpan naskah kuno dan peninggalan benda sejarah yang mengisahkan perjalanan hidup Sultan dan Rakyatnya.



Di depan foto Sultan Mahmud Badaruddin II

Di dalam Museum ini juga menjual pernak pernik atau souvenir khas Palembang,mulai dari gantungan kunci,tas,peci,baju kaos,plakat,dll
sayang barang favorit saya tidak saya jumapai,yaitu Senjata Khas Tradisionalnya.


Setelah puas berkunjung dan mengitari Museum maka kami lanjutkan perjalanan menuju Sungai Musi dengan latar Jembatan Ampera 

Di pinggiran Sungai Musi,berlatar Jembatan Ampera

Benteng Kuto Besak, terletak di tepian Sungai Musi dan berdekatan dengan Jembatan Ampera, Benteng ini merupakan salah satu bangunan peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam. Di bagian dalam benteng terdapat kantor kesehatan Kodam II Sriwijaya dan rumah sakit. Benteng ini merupakan satu-satunya benteng di Indonesia yang berdinding batu dan memenuhi syarat perbentengan / pertahanan yang dibangun atas biaya sendiri untuk keperluan pertahanan dari serangan musuh bangsa Eropa 



Sayangnya di Benteng Kuto Besak ini kita tidak di izinkan masuk,karena sudah menjadi kantor TNI,maka kamipun segera bertolak menuju Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II,Palembang.yang berada di pusat kota Palembang.
Masjid yang cukup megah dan besar,arsitektur yang menampilkan akulturasi desain dengan kebudayaan Budha dan Islam bisa langsung terlihat di sini,dengan kapasitas jemaah 15.000 orang atau lebih.

Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II,Palembang

jam sudah menunjukan jam makan siang,kami bergegas menuju Tekko Resto,spesialis iga penyet. tempatnya pun cukup menarik dengan view seputaran jalan raya di Palembang,cuaca yang begitu panasnya membuat kami makan begitu lahapnya dengan penutup es pesanan masing2 tentunya.

Tekko Resto,Palembang

Selesai makan kami melanjutkan perjalanan menuju PTC Mall Palembang,Mall nya cukup besar dan banyak  menjual oleh2.

PTC Mall



Novotel Palembang ini bangunan keren,seperti Benteng perang.

terakhir kami sempatkan mengunjungi Jakabaring stadion,Palembang,stadion yang fenomenal dengan segala kemewahan fasilitasnya yang sengaja di persiapkan untuk Sea Games 2011 kemarin.


Gelora Sriwijaya (Stadion Jakabaring,Palembang)


Komplek Wisma Atlet,Palembang 

setelah puas berkeliling Palembang kami kembali ke Hotel untuk berssiap karena malam ini kami harus segera kembali ke Bandar Lampung,
semoga tetap bisa terawat wisma atlet yang sudah cukup menghabiskan dana.sukses untuk Kota Palembang.
semoga bermanfaat.

Salam,