Powered By Blogger

Jumat, 18 November 2011

Bumi Kedaton Zoo

Bandar Lampung juga memiliki Kebun Binatang walau habitat dan spesiesnya masih terbatas,tapi cukup juga untuk jadi pilihan di hari libur bersama keluarga dan teman,hanya 35 menit dari pusat kota Bandar lampung,melewati jalan berbukit di daerah Batu Putu pinggiran kota Bandar Lampung,Kebun binatang yang di kelola Pemda ini cukup luas dan cukup ramai dibanjiri pengunjung setiap harinya terutama pada hari libur


tiket masuknya hanya Rp.7500,- atau jika menggunakan motor Rp.18.000,- dan jika kamu mau membawa motor masuk kedalam area kebun binatang maka akan dikenakan biaya tambahan Rp.5.000 ,dan buat kamu yang mungkin agak malas mengunjungi Way Kambas untuk melihat gajah,maka Bumi kedaton bisa jadi alternatif karena disanapun anda bisa menyaksikan pertunjukan gajah Lampung yang memang sengaja di datangkan dari Way Kambas,



jika ingin menyaksikan pertunjukan Gajah maka sebaiknya kamu datang sebelum Pukul 12.00 wib,dan melihat pertunjukan Gajah akan ada biayanya lagi kisaran 6 ribu/orang,dan kamu gak perlu khawatir di sana banyak penjual makanan dan minuman,di Bumi kedaton juga terdapat Replika Rumah Adat Lampung,Rumah Sesat.


di kandang Cendrawasih

Di Bumi Kedaton juga banyak wahana yang bisa digunakan,tepat sekali untuk tempat bersantai,melepas lelah setelah beraktifitas

Para pengunjung yang memanfaatkan bumi kedaton sebagai tempat untuk bersantai dan berbagi cerita

semoga bermanfaat untuk liburan kamu,

Salam,





Road To Lampung Barat (Via Bandar Jaya-Liwa,Krui,Sedayu)

Lampung Barat.....
sudah lama kami berencana mengunjungi nya akhirnya.....
here we go....
perjalanan ini belum lama kami lakukan,indah bukan main alamnya....entah berapa kali kami berhenti hanya untuk berfoto karena indahnya alam yang kami lintasi....Lampung..Lampung...sayang banyak yang gak tau potensinya yang begitu besar...atau jangan jangan tau tapi malas mengunjunginya karena akses dan fasilitas yang kurang mendukung..?
Ayolah promosikan Lampung ini...Indah Kok....
salah satunya ya ini Lampung Barat....

Perjalanan di mulai,nih dia view jalan lintas sumatera
lancar kan lebih lancar dari Tol Jagorawi atau Cipularang..yang padat merayap,udah bayar macetnya sama....(hahahhahahaha)










Berhenti sejenak di Bandar Jaya..pose dulu di tugu Kopiah yang di bangun Mantan Bupati Lampung Tengah Andy Achmad Sampurna Jaya

Cantik ibukota lampung tengah ini...dan saya bangga jika icon icon seperti ini di lestarikan sebagai citra penduduk Lampung.
Jika di bagian awal saya katakan Menara siger,maka harus sedikit saya jelaskan disini,Siger itu Tutup kepala Mempelai wanita pengantin lampung,gambarnya ya seperti menara siger itu,dan foto yang diatas ini kopiah yaitu tutup kepala mempelai pria pengantin Lampung,diLampung sendiri ada slogan Sai Bumi Ruwa Jurai artinya Satu Bumi dua adat,yang pertama adat Pepadun cirinya tinggal di tengah pulau Lampung(Bukan daerah pesisir pantai),juga sigernya beruas 9 buah,yang kedua Sai batin adalah masyarakat Lampung yang umumnya tinggal di pesisir dan jumlah ruas pada sigernya 7 buah,jadi itulah yang di maksud Sai Bumi Ruwa Jurai,
seperti yang dikatakan Gubernur kebanggaan kami Sjachroedin ZP ; Sai Bumi Ruwa Jurai itu artinya bukan satu bumi 2 masyarakat yang terdiri asli dan pendatang,tapi artinya seperti yang saya jelaskan tadi,jadi siapapun kamu ketika kamu sudah tinggal di Prov.Lampung maka kamu adalah orang Lampung tinggal kamu pilih mau adat Pepadun atau Sai Batin...begitu teman.....hehehehehhe

Maghrib di Terbanggi,Lam Teng
kami masih melanjutkan perjalanan yang lumayan panjang,dari Bandar lampung ke Liwa Lampung Barat menghabiskan waktu sekitar 6 - 7 jam perjalanan menggunakan mobil pribadi,tujuan utama kami adalah Danau Ranau,tapi kami berencana menginap di Liwa terlebih dahulu,

Belanja dulu di Indomaret Soekarno hatta,Kotabumi,Lampung Utara


waktu terus berjalan makin larut jam sudah menunjukan pukul 18:30 wib,persediaan rokok habis jadi mampir dulu lah di minimarket,
Udah jam 7 malam,waktunya makan....
Jam sudah menunjukan pukul 19.00 wib sudah saatnya kami makan...tadinya sih mau makan di RM Fajar Bulan,tapi saya bekal yang kami bawa,akhirnya kami berhenti di salah satu Warung di Bukit Kemuning,kebetulan penjualnya sudah pulang meja dan kursinya masih disana kami manfaatkan untuk numpang istirahat sebentar.

Melewati Sumber Jaya,Lampung Barat,jalannya berliku,tikungannya tajam kanan kiri Jurang gelap....bukit bukit terjal yang rawan longsor,makanya sedang di bangun Beronjong(Sejenis kawat pagar yang di lapisi bebatuan),
Pukul 21.00 wib kami memasuki Kawasan Sekuting Terpadu,perbatasan Sekincau dan Liwa dinginnya mantab bro...
Liwa akhirnya sampai juga di Kota ini...bbbrrrrr.....dinginya Liwa 

Tugu Aro,Liwa Lampung Barat

Hotel Permata

Begitu sampai di Kota Liwa,kami berkeliling sebentar melihat keaadan sekitar,Kota yang pernah di guncang Gempa ini di 1994 ternyata sudah jauh lebih baik,dinginnya Liwa membuat AC mobil tidak berguna...kami langsung memilih Hotel Permata untuk penginapan kami malam ini,lumayan murah dengan harga terjangkau
2 Bed hanya 180 ribu rupiah,sudah termasuk TV,Breakfast,lumayanlah untuk kelas melati....
untuk yang ingin liburan kesana berikut no.telp. hotel permata 0728 - 21503,di Jl.Raya Way Mengaku,Liwa,Lampung Barat
kami tiba di Liwa tepat Pukul 21.30 wib.
sesampai di hotel kami semua langsung rebahan dan ngobrol,karena masih penasaran dengan kota ini maka kami putuskan untuk sekedar berkeliling Liwa di malam hari sambil mencari Nasi Goreng,kami melihat beberapa hotel di Kota ini,juga lihat Taman Ham Tebi,Wisma peninggalan Belanda Wisma Sindalapai bangunannya khas Belanda,

Paginya kami sudah siap untuk lanjut ke Danau Ranau,Sukau,Lampung Barat,Danau ini langsung berbatasan dengan Provinsi Sumatera Selatan dan Bengkulu,perjalanan kembali berkelok,walaupun matahari sudah tinggi tapi sungguh gak berasa panas,ini karena Liwa di naungi Gunung Pesagi dan Seminung


Rumah Penduduk sekitar masih asli banget RUMAH PANGGUNG......

inilah view perjalanan menuju Ranau,kurang lebih 1 jam dari Liwa,dengan kontur jalan yang penuh kelokan tajam mantab kawan....

dan inilah Danau Ranau yang indah itu....diPelabuhan Lumbok,Sukau 
bagaimana menurutmu???  Indah Bukan?

View Ranau dari Bukit Seminung
ada juga sumber air panas di ranau ini seperti gambar di atas airnya hangat,bisa untuk berendam,masuknya pun gratis bro...
Hotel dan convention Hall,syang masih sepi peminat,mungkin promonya kurang
Lumbok Resort

Puas dari Ranau kami kembali ke Liwa untuk isi bensin,dan ya ampunnnn pom bensinnya cuma satu dan antrinyaaaa panjaaaaaaaannnggggg bgt...hahahahhahahahaha
mau cari souvenir tokonya banyak yang tutup apa boleh buat akhirnya kami lanjutkan ke arah Krui dengan harapa mencicipi bakso ikan blue marlyn..hmmmmm....dan sayangnya semuanya tutup karena saat itu sedang diadakan festival stabas di Krui....
Air terjun di Taman Nasional Bukit barisan selatan (TNBBS)
jalanan masih berkelok dan curam bro....
Tugu ikan di Krui....
sambil nunggu nasi padang pose dulu lah...
Ombak di Laut Krui...
ternyata para surfer banyak yang datang ke Krui hanya untuk latihan surfing..di Pantai Tanjung Setia.....
Mantab bro....

Perjalanan pun kami lanjutkan ke arah pulang menuju Bandar Lampung,melewati Hutan Kawasan/Hutan Lindung...sumpah Hutan sepanjang 10 km tanpa penduduk,kiri kanan hanya hutan belantara dengan habitatnya hewan satwa yang di lindungi...saya membayangkan seandainya pecah ban,mogok,ataupun habis bensin....huuuuaaaa...
dan inilah tikungan maut di Sedayu,Bengkunat,Tanggamus....tajam ya tikungannya.....kami tiba di Bandar Lampung pukul 18.30 wib....lelahnya terbayar dengan pengalaman berharga ini....mantab kawan.....
dalam benak kami masing2 sudah terfikir,besok kita cuti lagi yuk.....Hahahahahahhahahahaha......

Untuk informasi ke :

Komplek Perkantoran Pemda Lampung Barat Lampung Barat
Jl. Raden Intan No.1, Way Mengaku, Liwa
Lampung Barat
Indonesia, 35145

Telpon: +62 728 21156/21121/21747
Fax: +62 728 21139Email : humas@lampungbarat.go.id



Salam,

Kamis, 17 November 2011

Pantai Banding Resort,Kalianda

Banding Resort 2 Jam dari Bandar lampung dengan Motor,pantai yang terletak di Pesisir Kalianda,Lampung Selatan ini wajib untuk di kunjungi...
lewat Bandar Lampung dari jalan raya Kalianda belok ke kanan arah Kantor Bupati Lampung Selatan,ada tugu adi pura lurus terus melewati pasar Kalianda


















nanti kita akan melewati pantai canti dll...jalan terus sampai mentok,baru disana ada Plang bertuliskan Banding Resort,tiket masuknya 15 ribu,memang kurang dikelola tapi cukup lumayan pantainya bagus

Pantai banding di kelilingi karang dan bebatuan

View Pantai Banding








Senja di Banding

Bagi kamu semua yang ingin mengunjungi pantai ini agar membawa makanan yang bisa di beli di minimarket kalianda,karena di sekitar pantai ini masih jarang penjual makanan
Pantai ini cocok untuk yang berpacaran,sunsetnya ya cukup romantislah,jauh memang tapi bisa jadi pilihan dan mungkin kamu berminat memasukannya ke daftar wisata kamu selanjutnya,



Salam,




Way Kambas

Icon Provinsi Lampung adalah Gajah,ya binatang satu ini kebanggan Lampung,Taman Nasional Way Kambas adalah taman nasional perlindungan gajah yang terletak di daerah Lampung tepatnya di kecamatan labuhan ratu lampung timur, Indonesia


Selain di Way Kambas, sekolah gajah (Pusat Latihan Gajah) juga bisa ditemui di Minas, Riau. Gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang hidup di kawasan ini semakin berkurang jumlahnya. Taman Nasional Way Kambas berdiri pada tahun 1985 merupakan sekolah gajah pertama di Indonesia. dengan nama awal Pusat Latihan Gajah (PLG) namun semenjak beberapa tahun terakhir ini namanya berubah menjadi Pusat Konservasi Gajah (PKG) yang diharapkan mampu menjadi pusat konservasi gajah dalam penjinakan, pelatihan, perkembangbiakan dan konservasi. Hingga sekarang PKG ini telah melatih sekitar 300 ekor gajah yang sudah disebar ke seluruh penjuru Tanah Air. Di Way Kambas juga tedapat International Rhino Foundation yang bertugas menjaga spesies badak agar tidak terancam punah.



Pintu Masuk Taman Nasional Way Kambas

Taman Nasional way kambas bisa di tempuh 2,5 jam dari kota Bandar Lampung menggunakan mobil pribadi,hanya dengan Rp.5000/orang,dari kota Bandar Lampung ada dua pilihan jalur menuju Way Kambas yang pertama melewati Jalan Sribawono Lampung Selatan,yang kedua melewati Metro,kami sarankan agar kamu melewati daerah Metro,dan juga harap menggunakan Mobil (Jangan Motor,demi keamanan) karena daerah Lampung Timur masih sepi dan banyak perkebunansehingga jika kamu menempuh menggunakan motor perjalanan akan kurang menyenangkan disana banyak terjadi pembegalan motor,
Kecuali kamu semua pergi bergerombol minimal 10 motor,maka kondisinya akan memungkinkan untuk tidak menemui hambatan yang tidak di inginkan

Di Pekalongan,perbatasan Metro dan Lampung Timur

Perjalanan yang kami lakukan di mulai pukul 9 pagi mengingat disana Taman Nasional Perlindungan Satwa maka dengan inisiatif kami membeli persediaan makanan di supermarket sekitar sebelum sampai di area way kambas.


Di Pintu masuk utama kita akan bertemu banyak sekali penjual buah terutama pisang baik yang matang atau yang masih mentah untuk oleh2 atau sekadar memberi makan sang gajah,per sisir di jual 10 - 25 ribu rupiah
dan juga setelah kita membayar administrasi masuk maka kita akan di berikan 1 buah Sticker bertuliskan TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS berlogo Gajah (hanya di berikan untuk pengemudi Mobil)
dari pintu masuk ini masih ada sekitar 5 km masuk ke dalam hingga menemui Gerbang seperti foto berikut,barulah kita memasuki areal pelatihan gajah way kambas



Tidak banyak wahana hiburan yang bisa dinikmati disini,yang terlihat kiri kanan adalah Hutan..
saya membayangkan bagaimana jika perjalanan ini saya lakukan dengan motor...wahhh..serem deh...apalagi jika kemalaman di sekitar Hutan.....bisa kan di bayangkan...(hahahahhahahahgs*....)

Areal Way Kambas

Bisa kamu semua lihat di kaki sang Gajah masih terpasung dengan rantai yang besar dan kuat,artinya si Gajah ini masih sedikit liar dan dalam proses pelatihan

Berbeda dengan gajah yang satu ini,biasanya gajah yang mudah jinak adalah gajah betina,dan yang jantan akan sulit di jinakkan,dan para gajah yang di paradekan di depan khalayak ramai terutama dalam acara acara tertentu seperti Festival Krakatau dsb

Dan di area yang seluas ini kamu bisa berkeliling dengan gajah dan pawangnya seperti ini bayarannya tergantung rute yang kamu minta rute jauh dengan berkeliling hutan kisaran 150 - 200 ribu,jika hanya berkeliling di area lapangan gajah cukup membayar 75 ribu rupiah,dan yang termurah naik berkeliling lapangan 10 menit hanya membayar 10 ribu rupiah,gajah juga sangat doyan dengan pisang yang kami beli tadi semua disikat habis.....

dan ternyata Gajah gajah ini punya nama kalau yang satu ini Mely namanya....hahahahhaha....

di sana juga banyak sekali Babi Hitam yang berkeliaran..kira kira ada 8 ekor yang kami lihat berkeliaran di areal lapangan Gajah,disana juga menjual souvenir patung gajah yang khas way kambas harganya 150 - 200 ribu rupiah,juga banyak kaos dan topi bertuliskan Way Kambas,Lampung...

buat yang mau coba kuliner ada juga sate bekicot...mau....

Selamat Mencoba ya......


Salam,